Belakangan ini, publik diramaikan oleh kemunculan film His Only Son yang mengisahkan tentang Abraham yang akan menyembelih putranya, Ishak, di Gunung Moria sebagai bukti ketaatannya pada Allah. Namun, penyebaran film ini di Indonesia telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Film His Only Son dianggap kontroversial karena tidak sesuai dengan versi kitab suci umat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya mengimplementasikan sikap toleransi dalam kehidupan antar umat beragama. Upaya untuk memupuk semangat toleransi ini harus dimulai dengan sikap saling menerima dan menghargai perbedaan antar umat beragama. Namun, masih terdapat banyak ketidakadilan dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur dengan menganalisis data-data yang ada terkait kontroversi film His Only Son pada dinamika toleransi dan hubungan antar umat beragama di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga untuk mempromosikan sikap toleransi yang lebih inklusif dalam masyarakat yang multikultural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap penolakan terhadap Film His Only Son merupakan tindakan yang keliru dan menimbulkan sikap intoleransi antar beragama melalui media massa. Penelitian ini mendorong untuk menghidupkan kembali sikap toleransi dalam keberagaman, karena toleransi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan beragama.
Copyrights © 2024