Peristiwa Kanjuruhan merupakan suatu tragedi kemanusiaan yang memakan banyak korban, 135 korban jiwa dan 583 orang mengalami cedera. Banyaknya korban dari tragedi ini karena korban saling berhimpitan untuk mencari jalan keluar dari stadion pasca pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya dengan skor 3-2 yang dimenangkan oleh Persebaya. Penembakan gas air mata untuk mengurai kerumunan massa yang dilakukan pihak aparat dianggap sebagai pemicu adanya peristiwa ini. Banyak media termasuk media asing menyoroti peristiwa ini sebagai tragedi kelam pertandingan sepakbola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberpihakan CNNIndonesia.com dan Antaranews.com dalam memberitakan tragedi Kanjuruhan. Jenis penelian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert Entman. Analisis berita dilakukan pada pemberitaan dari tanggal 2 Oktober-13 Oktober 2022, ada 14 berita yang dianalisis,4 berita dari CNNIndonesia.com dan 4 berita dari Antaranews.com. Hasil penelitian menunjukkan CNNIndonesia.com lebih menonjolkan pada keberpihakan ke kepolisan sehingga penyebab peristiwa ini diarahkan aspek tindakan suporter Arema yang masuk ke lapangan usai pertandingan dan penembakkan gas air mata oleh aparat ke arah tribun penonton. Sedangkan Antaranews.com lebih menonjolkan penembakan gas air mata oleh aparat keamanan yang dianggap sebagai pelanggaran dari regulasi FIFA, namun Antaranews.com juga memberikan penekanan terhadap tindakan anarkis suporter.
Copyrights © 2023