Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Raja Ampat terkenal dengan kekayaan dan keunikan spesies hewan bawah laut sebanyak 1.104 jenis ikan, 699 jenis moluska dan 537 jenis karang. Ini mebuat kepulauan Raja Ampat dikenal dengan sebutan surga dunia. Terutama Kampung Arborek yang merupakan tempat tinggal dari 540 jenis terumbu karang, 1.511 spesies ikan, Ikan Pari Manta (Manta Birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia dan lebih dari 700 jenis mollusca. Tetapi dengan adanya kekayaan alam yang dimiliki oleh kabupaten bahari ini masih banyak masyarakatnya yang hidup dalam kemiskinan, ini yang membuat suatu ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan potensi lokal di bidang pariwisata untuk penanggulangan kemiskinan di Kampung Arborek, Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya agar dapat memberdayakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (field research). Kirk dan Milles menjelaskan penelitin kualitatif dalam ilmu-ilmu sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia sesuai kawasannya sendiri dan berkaitan dengan obyek sesuai dengan perilaku dan bahasanya. Hasil penelitian menunjukkan situasi di Kampung Arborek, Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat kekayaan alamnya melimpah namun masyarakat belum mampu untuk mengelola sumberdaya alam yang dimiliki.
Copyrights © 2023