Mikroorganisme seperti bakteri adalah salah satu penyebab penyakit yang banyak diderita oleh pasien. Bakteri dapat dengan mudah menjangkau makanan atau sediaan farmasi selama proses produksimaka penting dilakukan pengujian antibakteri pada suatu produk untuk menjamin keamanan dan mutu produk. Aktivitas suatu antibakteri dapat diamati dengan beberapa metode seperti difusi, dilusi dan broth microdilution. Tujuan dari review artikel ini untuk memberikan informasi mengenai uji mikrobiologi yang dapat digunakan untuk melakukan menguji aktivitas antibakteri. Metode yang digunakan yaitu studi pencarian literatur jurnal internasional secara online dengan menggunakan situs pencarian online seperti Google schoolar, Pubmed dan Scopus. Berbagai penelitian yang ditemukan, diketahui bahwa uji aktivitas antibakteri terdiri atas tiga macam. Pertama metode difusi yang terdiri atas difusi cakram dan sumuran. Tujuan metode difusi yaitu untuk mengetahui sensitivitas dan resistensi suatu bakteri terhadap antibiotik. Kedua metode dilusi yang terdiri atas dilusi agar solid dan dilusi cair. Tujuan metode dilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Ketiga broth mikrodilusi yang juga efektif digunakan untuk menentukan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Dalam uji aktivitas antibakteri akan muncul zona hambat bakteri yang akan diukur sebagai hasil. Ukuran diameter zona hambat akan meningkat dengan bertambahnya konsentrasi antibiotik.
Copyrights © 2023