Dalam kehidupan sehari-hari, bawang merah dan bawang putih merupakan bahan yang wajib dalam masakan. Desa Tapak Gedung yang merupakan salah satu desa di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu memiliki tradisi “ngerewang” yaitu kerja sama warga desa dalam memasak menghasilkan banyak limbah kulit bawang. Limbah kulit bawang merupakan salah satu limbah organik yang jika diolah dengan cara yang tepat dapat menghasilkan pestisida yang berguna untuk tanaman budidaya. Dengan adanya kegiatan pendampingan mahasiswa membangun desa , diharapkan masyarakat Desa Tapak Gedung mendapatkan wawasan serta keterampilan dalam mengolah limbah kulit bawang menjadi pestisida nabati serta membangun kesadaran masyarakat akan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan kegiatan membangun desa dilakukan dengan mengadakan sosialisasi, pembuatan, serta pengaplikasian pestisida nabati dari kulit bawang. Pestisida nabati berbahan dasar kulit bawang yang dihasilkan efektif bekerja, dimana hama semut dan kutu putih pada tanaman pohon jambu biji jauh berkurang setelah penggunaan pestisida. Kulit bawang merah dan kulit bawang putih dapat dimanfaatkan dan efektif menjadi pestisida untuk memberantas hama, serta dapat menjadi alternatif dari penggunaan pestisida kimiawi.
Copyrights © 2024