Tujuan dari penelitan dalam bentuk penulisan artikel ini adalah untuk menelusuri fenomena misogini yang terdapat dalam puisi W.S. Rendra, serta melihat fakta realita tindak moral tersebut yang sering terjadi di Jakarta. Jakarta sebagai kota besar tentunya terdapat berbagai permasalahan dari berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali permasalahan terkait isu gender. Sastra sebagai kamera, dapat menangkap fenomena tersebut dan bisa menjadi alat edukasi terhadap masyarakat agar meminimalisirkan keruntuhan moralitas dalam suatu masyarakat. Dalam penelitian ini psikologi sastra dianggap mampu dalam menjawab persoalan tindakan misogini, sebab hal tersebut berkaitan dengan manusia dan jiwanya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini juga, penulis secara objektif dalam mengumpulkan data dengan rangkaian proses penelitian. Puisi Perjalanan Bu Aminah karya W.S. Rendra menjadi sumber data dalam penulisan artikel ini. Dari hasil penelitian tersebut didapati bahwa puisi ini keberadaannya dangat relevan sekali dengan fenomena misogini di Jakarta. Sosok wanita yang menjadi korban diakibatkan dari budaya patriarki yang kuat, serta menyebabkan lemahnya keberanian wanita dalam menyuarakan tindak amoral tersebut. Kata kunci: misogini; masyarakat; psikologi sastra; patriarki Jakarta Misogyny Extremism in the Poem Perjalanan Bu Aminah by W.S. Rendra The purpose of the research in the form of writing this article is to explore the misogyny phenomenon contained in Rendra's poetry,and see the facts of the reality of these moral acts that often occur in Jakarta. Jakarta as a big city, of course, there are various problems from various levels of society, including issues related to gender issues. Literature as a camera can capture this phenomenon and can be an educational tool for the community in order to minimize the collapse of morality in a society. In this study, literary psychology is considered capable of answering the problem of misogyny, because it is related to humans and their souls. The method used in this paper is a qualitative descriptive method. In this study, the authors objectively collect data with a series of research processes. The Poetry of Perjalanan Bu Aminah by W.S. Rendra became the source of data in writing this article. From the results of this study, it was found that this poem is very relevant to the misogyny phenomenon in Jakarta. The figure of women who become victims is caused by a strong patriarchal culture, and causes women's lack of courage in voicing these immoral acts. Keywords: misogyny; public; literature psychology; patriarchy
Copyrights © 2023