Penelitian ini mendeskripsikan teknik dan kualitas penerjemahan epigraf dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Sumber datanya adalah buku berbahasa Inggris karya Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dan Patty Hansen berjudul “CSFTS Divorce and Recovery” dalam berbahasa Inggris dan telah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia oleh Susi Purwoko dengan judul “CSFTS Menyembuhkan Luka Perceraian”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknik penerjemahan serta menganalisis tingkat keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan hasil terjemahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengambil sampel epigraf dari sejumlah bab untuk dianalisis teknik dan kualitas terjemahannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapat Molina dan Albir tentang 18 teknik penerjemahan (adaptasi, amplifikasi, peminjaman, kalke, kompensasi, deskripsi, kreasi diskursif, padanan lazim, generalisasi, amplifikasi linguistik, kompresi linguistik, terjemahan harfiah, modulasi, partikularisasi, reduksi, substitusi, transposisi, dan variasi). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerjemah menggunakan penerjemahan literal, transposisi, kompensasi, reduksi, amplifikasi, modulasi, padanan lazim, kreasi diskursif, dan peminjaman. Sedangkan untuk kualitas terjemahan, peneliti menggunakan teori dari Nababan, Nuraeni dan Sumardiono mengenai 3 aspek kualitas terjemahan (keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 18 data akurat dan 5 data kurang akurat; 10 data berterima, 9 data kurang berterima, dan 4 data tidak berterima; 21 data dengan tingkat keterbacaan tinggi, 2 data dengan tingkat keterbacaan sedang.
Copyrights © 2023