Adanya perkembangan media massa di Indonesia ternyata belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran bagi pemelajar BIPA. Padahal, hal tersebut mampu meningkatkan ketertarikan dan kemahiran berbahasa bagi mereka. Namun, keberadaan media tersebut tidak diimbangi dengan pemakaian bahasa Indonesia yang baik, santun, dan benar. Selain itu, muatan artikel dan kajian tentang kesusastraan juga masih sangat jarang ditemukan di surat kabar harian. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan bahasa Indonesia di media massa bagi pemelajar BIPA dan untuk mengetahui seberapa intensitas kolom sastra yang terdapat di media massa sebagai upaya menambah ketertarikan dalam pembelajaran BIPA. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media massa dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memakai sumber data primer yang berasal dari surat kabar berskala lokal dan nasional versi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa di surat kabar yang berskala nasional sudah lebih baik dibandingkan surat kabar lokal sehingga hal tersebut dapat menjadi referensi bagi pemelajar BIPA untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Meskipun demikian, kedua surat kabar tersebut masih sedikit dalam memberitakan kususastraan di Indonesia. Padahal, dengan sastra, pemelajar BIPA akan lebih tertarik lagi untuk belajar bahasa Indonesia karena di dalamnya terdapat bahasa yang estetik.
Copyrights © 2024