Perkembangan kota-kota di Indonesia dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan menimbulkan urbanisasi. Ketika urbanisasi ini terjadi, kota akan menjadi pusat dan daya tarik bagi penduduk yang berdatangan untuk mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Kota Banda Aceh sebagai ibu kota dari Provinsi Aceh, menjadi pusat segala kegiatan sehingga mendorong penduduk dari luar daerah untuk datang dan menetap karena berbagai peluang yang tersedia. Keadaan ini membuka kesempatan bagi para pengembang (developer) untuk menyediakan sarana hunian dengan harga yang terjangkau. Sebagian lokasi perumahan yang dibangun terletak jauh dari pusat kegiatan sehingga membuat penduduk susah dalam menjangkau aktivitas sehari-harinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara karakteristik rumah tangga dengan lokasi perumahan yang dihuni. Lokasi penelitian dilakukan pada enam lokasi perumahan yaitu Perumahan Aiman Regency di Gampong Rukoh, Grand Levita Yalzy di Gampong Jeulingke, Pondok Indah 4 dan Griya Blang Oi di Gampong Blang Oi, Pie Residence di Gampong Pie, dan Gani Residence di Gampong Gani. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 164 sampel rumah tangga. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yang merepresentasikan data karakteristik rumah tangga hasil dari kuesioner. Hasil analisis menunjukkan karakteristik rumah tangga sangat mempengaruhi pemilihan lokasi hunian, karena sebagian penduduk akan lebih memilih lokasi perumahan sesuai dengan aktivitas sehari-harinya, walaupun lokasi tersebut terkadang terletak jauh dari pusat kota.
Copyrights © 2023