Pemanasan global selalu menjadi isu hangat dantrendinguntuk di bahas di semua kalangan masyakarat dunia. Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah Urban Heat Island (UHI) (Guntara, 2016). Langkah-langkah dalam mengelola lingkungan perkotaan dengan lebih berkelanjutan sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, dengan pertumbuhan suhu global dan dampak negatifnya terhadap lingkungan seperti UHI, menerapkan tema Arsitektur Hijau dalam perancangan pembangunan bangunan termasuk pembangunan stadion olahraga bulu tangkis di Banda Aceh ini diharapkan dapat membantu mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan sambil menciptakan tempat yang nyaman bagi para penggemar dan atlet. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan menganalisis kondisi tapak baik secara makra dan mikro. Konsep Arsitektur Hijau yang digunakan pada perancangan yang berlokasi di Jl. Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Banda Aceh ini adalah dengan memaksimalkan penggunaan pencahayaan alami, penerapan photovoltaic (PV) dan biofil septictank. Dari hasil rancangan yang telah dihasilkan dengan menghadirkan berbagai fasilitas seperti stadion, asrama atlet, galeri, mini market, caf, mushalla dan bangunan penunjang lainnya diharapkan dapat menjadi bangunan stadion olahraga bulu tangkis yang proaktif dalam mendukung keberlanjutan dan mengurangi konsumsi energi melalui pemanfaatan sumber daya alami, penggunaan material ramah lingkungan dan integrasi teknologi.
Copyrights © 2024