Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana ketidakadilan gender dalam cerpen “Dia Masih Bisa Tergelak” karya Arafat Nur yang terbit pada media femina.co.id, 19 Maret 2017. Adapun teori yang digunakan adalah ketidakadilan gender yang dipaparkan oleh Mansour Fakih. Ketidakadilan gender menurut Mansour Fakih terdiri atas lima bentuk, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja. Metode kualitatif-deskriptif dipilih dalam penelitian ini. Temuan dalam penelitian ini adalah tokoh utama (Nurmala) mengalami ketidakadilan dalam bentuk beban kerja karena pemerkosaan. Beban kerja dihadirkan oleh penulis cerpen hampir sepanjang jalannya cerita. Ketidakadilan gender dalam bentuk beban kerja tersebut juga menurunkan ketidakadilan gender yang lain, yaitu subordinasi, stereotipe, dan marginalisasi. Beban kerja termanifestasikan dalam bentuk mencuci piring, mengurus dapur, menyiapkan kopi, menyapu pekarangan rumah, mencuci pakaian, hingga keluar rumah untuk mencari pekerjaan di tengah-tengah tokoh utama harus mengurus bayinya. Sementara itu, ketidakadilan gender dalam bentuk subordinasi, stereotipe, dan marginalisasi yang menjadi turunan dari beban kerja adalah pekerjaan domestik, perempuan dianggap lemah, hingga pembatasan ruang gerak bagi perempuan.
Copyrights © 2024