Peran pendidik tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik tetapi juga memberikan tauladan kepada peserta didik baik dalam bersikap maupun dalam bertutur. Tuturan yang diujarkan juga perlu memperhatikan cara penyampaiannya agar penutur dan mitra tutur tidak merasa tersinggung. Tindak tutur ekpresif merupakan bentuk ujaran yang mengungkapan perasaan dari penutur kepada mitra tutur. Tujuan penelitian ini yakni mengidentifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif pendidik dan peserta didik dalam interaksi pembelajaran di SMP Negeri 2 Jati Kudus yang dikaji dalam tataran pragmatik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskripstif kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa penggalan tuturan yang di dalamnya terdapat bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif antara pendidik dan peserta didik dalam interaksi pembelajaran. Sumber data yakni tuturan ekspresif pendidik dan peserta didik, dengan jumlah 36 responden yang terdiri atas 6 responden berasal dari pendidik dan 30 responden berasal dari peserta didik. Pengambilan data melalui observasi. Pengambilan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Tahapan dalam pengumpulan data yakni dengan menyimak dan mencatat tuturan, mentranskrip tuturan, pengkodean, dan reduksi atau pemilihan data. Metode padan dipergunakan untuk menganalisis data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian ditemukan bentuk tuturan terdiri atas dua yakni tuturan langsung dan tidak langsung. Bentuk tuturan langsung meliputi, modus deklaratif, imperatif, dan interogatif. Bentuk tidak langsung meliputi, deklaratif-imperatif, dan interogatif-imperatif. Adapun fungsi tindak tutur ekspresif meliputi memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, dan menyindir, dan permohonan maaf.
Copyrights © 2024