Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menginovasikan berbagai program melalui konsep besar Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Salah satu program kampus merdeka yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompentesi agar mampu bertahan pada era society 5.0 yang serba cepat dan inovatif saat ini adalah program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Ketika proses menjalankan program MSIB, mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan ruang lingkup pekerjaan profesional yang belum pernah ditemukan sebelumnya sehingga menyebabkan mahasiswa menemukan beberapa kesulitan. Untuk mengatasi kendala tersebut mahasiswa memerlukan dukungan dari mentor dan memerlukan kemampuan learning agility. Studi regresi linear ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi peran perilaku mentor dan pengaruhnya terhadap kemampuan learning agility mahasiswa selama mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Studi ini mengimplikasikan 376 mahasiswa MSIB batch 5. Pengukuran yang digunakan adalah Mentor Behavior Scale untuk mengukur perilaku mentor, dan Learning agility Measurument untuk mengukur kemampuan learning agility. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran mentor behavior memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan learning agility. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik perlakuan yang diberikan mentor kepada mahasiswa yang sedang mengikuti program MSIB maka akan semakin tinggi pula kemampuan ketangkasan belajar mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat membantu Kemendikbud untuk meningkatkan dan mengevaluasi sistem pada program MSIB khususnya dalam kapabilitas mentor dan temuan ini juga mampu membuka pandangan serta menyadarkan mahasiswa pentingnya untuk lebih agile pada era saat ini.
Copyrights © 2024