Wireless Sensor Networks (WSN) dalam IoT memungkinkan pengumpulan data dari lingkungan sekitar, namun menghadapi tantangan jarak, jumlah node, dan daya baterai terbatas. Penelitian ini menganalisis WSN dengan protokol Multi Hop dan Single Hop melalui simulasi. Metode penelitian melibatkan studi literatur, perancangan model jaringan, dan analisis performa. Hasilnya menunjukkan Protokol Multi Hop (AODV) dengan throughput tinggi pada jumlah node 30 sebesar 269,38 kbps untuk pengiriman data cepat, sedangkan Protokol Single Hop (Cluster Head) lebih baik dalam pengiriman paket pada jumlah node 30, protokol Single Hop memiliki PDR sebesar 99,81%. Hal ini dikarenakan protokol Single Hop tidak melibatkan transfer data melalui node perantara. Dari segi konsumsi energi, , protokol Single Hop memiliki konsumsi energi sebesar 2595,72 Joule pada jumlah node 30. Protokol Single Hop lebih efisien berkat pengelompokan dimana node-node di dalam satu kelompok hanya perlu berkomunikasi dengan node cluster head. Hal ini dapat mengurangi frekuensi komunikasi antar node dan, pada akhirnya, mengurangi konsumsi energi. Secara umum, protokol Single Hop lebih unggul daripada protokol Multi Hop dalam hal PDR, packet loss, dan konsumsi energi. Namun, protokol Multi Hop dapat memiliki keunggulan dalam hal throughput pada aplikasi WSN dengan jumlah node yang kecil dan jarak komunikasi yang jauh. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan protokol WSN harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan lingkungan.
Copyrights © 2024