Secara global, 1 dari 25 remaja berusia 12-19 tahun mengalami hipertensi. Memiliki sifat “the silent killer†atau penyakit yang tanpa gejala menjadikan pentingnya upaya pengendalian tekanan darah sejak dini. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang persepsi remaja tentang manfaat dan hambatan dalam pencegahan hipertensi. Tujuan penelitian untuk menganalisis persepsi remaja mengenai manfaat dan hambatan dalam perilaku pencegahan penyakit hipertensi di Kota Jayapura. Metode penelitian menggunakan desain studi deskriptif kuantitatif. Populasi adalah mahasiswa di Universitas Cenderawasih dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura yang berusia 18-24 tahun. Sampel berjumlah 72 orang dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menemukan remaja yang mengalami hipertensi sebanyak 4 (6%) orang. Dimana dari 4 remaja yang mengalami hipertensi terdapat sebanyak 3 (5,7%) remaja yang berusia 21-25 tahun, dan 1 orang (5,3%) yang berusia 18-20 tahun, sebanyak 2 (4,7%) remaja berjenis kelamin perempuan, dan 2 (4,7%) remaja berjenis kelamin laki-laki, serta sebanyak 1 (2,1%) remaja memiliki riwayat hipertensi pada keluarga. Remaja yang memiliki persepsi tentang manfaat perilaku pencegahan hipertensi pada kategori baik sebanyak 70 (97,2%) orang, dan remaja yang memiliki persepsi tidak memiliki hambatan dalam perilaku pencegahan hipertensi sebanyak 63 (87,5%) orang. Kesimpulan bahwa sebagian besar remaja memiliki persepsi baik dalam manfaat pencegahan hipertensi dan tidak memiliki hambatan dalam perilaku pencegahan hipertensi.
Copyrights © 2024