Jurnal Budaya Etnika
Vol 7, No 2 (2023): ANTROPOLOGI STRUKTURAL DAN ANTROPOLOGI MUSIK: TRITANGTU DAN PARIWISATA BUDAYA

MITOS EYANG PAPAK DI DESA CINUNUK, KECAMATAN WANARAJA, KABUPATEN GARUT

Paujiah, Nadia Pinsuri (Unknown)
Setyobudi, Imam (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2023

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai struktur pada mitos Eyang Papak di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada analisis mitos perspektif teoretik strukturalisme (Claude Levi-Strauss) yang merujuk pada penafsiran atas mitem atau disebut juga ceritem. Langkah-langkah analisis mitos: penulis mencari mitem (mytheme) atau disebut juga ceritem berlanjut pada upaya menjelaskan struktur terdalamnya. Metode penelitiannya menggunakan kualitatif: studi pustaka, dokumentasi, observasi, serta wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian mengemukakan bahwa dalam mitos Eyang Papak terdapat struktur luar yang menunjukkan alur kehidupan dari Eyang Papak. Sedangkan, struktur dalam menunjukkan makna yang menjelaskan logika nalar masyarakat dalam memandang kehidupan dan kondisi sosial-budayanya. Dengan demikian, mitos Eyang bukan hanya cerita hiburan semata, tetapi di dalamnya penjelasan mengenai kondisi sosial budaya, ekonomi, ekologis, sistem kekerabatan, kepercayaan serta nilai-nilai dan falsafah hidup. Kata Kunci: Mitos, Eyang Papak, Struktur Luar, Struktur Dalam ABSTRACT This study discusses about the structure of Eyang Papak, the myth occurs in Cinunuk Village, Wanaraja District, Garut Regency. The study focuses on the myths analysis through the theoretical perspective of structuralism (Claude Levi-Strauss) which refers to the interpretation of mytheme, also known as Ceritheme. The steps used within this myth analysis: the writer pursues for the mytheme or also known as the ceritheme and it continues as an explanation endeavor to its deepest structure. The method used in this research is qualitative by collecting literature study, documentation, observation, and unstructured interviews. The result of the study suggests which in the myth of Eyang Papak there was an surface structure that shows the life flow of Eyang Papak. Meanwhile, the deep structure shows the meaning that explains the logic of societys reasoning in viewing their life according to the socio-cultural conditions. Thus, the Eyang Papak myth is not just an entertainment story, nevertheless it includes an explanation of socio-cultural, economic, ecological conditions, kinship systems, beliefs, values and philosophy of life. Keywords: Myth, Eyang Papak, Surface Structure, Deep Structure

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

etnika

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences Other

Description

Jurnal Budaya Etnika merupakan publikasi hasil karya ilmiah yang berkaitan dengan budaya mencakup cipta, karsa, dan karya manusia. Jurnal Budaya Etnika menaruh perhatian pada artikel-artikel hasil kajian mengenai berbagai kebudayaan etnis yang berhubungan dengan seni, religi dan ritual, mitos, ...