Abstract. This study aims to examine the semi-strong form market efficiency regarding dividend announcement in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2023. The primary focus of this research is to analyze the market reaction to dividend announcements and identify the differences in abnormal returns before and after the announcements. The research employs an event study methodology, with a population consisting of all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2023. A purposive sampling method was used, resulting in 76 companies that met the research criteria. Data analysis was conducted using one-sample t-test and paired samples test to test the proposed hypotheses. The findings indicate that there is no significant information content in the dividend announcements, and the market reacts slowly and persistently to this information. Additionally, the test for differences in abnormal returns before and after the announcements shows no significant differences. Based on these findings, it can be concluded that the Indonesian capital market is not efficient in the semi-strong form, meaning that public information regarding dividends is not fully reflected in stock prices. This research is expected to provide insights for investors and other stakeholders in making investment decisions and serve as a reference for future studies in the field of market efficiency. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efisiensi pasar modal bentuk setengah kuat terkait pengumuman pembagian dividen pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2023. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis reaksi pasar terhadap pengumuman dividen dan mengidentifikasi perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi peristiwa, dengan populasi yang terdiri dari semua perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, menghasilkan 76 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji one sample t-test dan uji paired samples test untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kandungan informasi yang signifikan dalam pengumuman dividen, serta pasar bereaksi secara lambat dan berkepanjangan terhadap informasi tersebut. Selain itu, uji perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan abnormal return yang signifikan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa pasar modal Indonesia tidak efisien dalam bentuk setengah kuat, yang berarti bahwa informasi publik mengenai dividen tidak sepenuhnya tercermin dalam harga saham. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan investasi, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang efisiensi pasar modal.
Copyrights © 2024