Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi branding usaha Bebek Songkem di Kabupaten Bangkalan. Kajian ini fokus di Kabupaten Bangkalan, sebuah wilayah di Madura yang terkenal dengan wisata kuliner aneka olahan bebek. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan di dunia saat ini semakin maju menyebabkan persaingan menjadi semakin ketat, hal itu membuat pengusaha lokal seperti usaha bebek di Madura turut bersaing dengan banyaknya kompetitor. Olahan bebek yang melimpah membuat Bebek Songkem memiliki ciri khas (iconic) Madura kalah dengan olahan bebek lainnya. Tidak seperti kebanyakan olahan bebek pada umumnya, Bebek Songkem ini berbeda dari bebek olahan lainnya, karena Bebek Songkem dimasak dengan cara dilumuri bumbu-bumbu alami selanjutnya dikukus dengan daun pisang sekitar 3-4 jam. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi branding yang dilakukan kuliner Bebek Songkem menggunakan word of mounth sehingga pemasaran digital kurang berjalan dikarenakan sumber daya manusia yang masih kurang up to date mengenai penggunaan media sosial itu sendiri.
Copyrights © 2024