ujuan penelitian ini adalah menemukan prespektif budaya masyarakat Indonesia saat menghadapi covid-19 melalui fiksi mini. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik. Sumber data dalam penelitian ini adalah sastra wabah Indonesia berjudul kumpulan fiksi mini berjudul Sepersejutamilimeter dari Corona. Data dianalisis dengan prespektif budaya dan teknik analisis hipotesis Shapir Whorf. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa (1) heterogenitas karya dalam sastra wabah berjudul Sepersejutamilimeter dari Corona, (2) representasi bahasa, (3) representasi pikiran, dan (4) representasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merindukan rumah, khususnya keselrasan dalam keluarga sebagai solusi saat menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini dipengaruhi oleh prespektif budaya masyarakat Indonesia yang menganggap keluarga sebagai pondasi keselarasan. Keselarasan keluarga merupakan keselarasan mikrokosmos yang diharapkan dapat memicu keselarasan masyarakat, atau keselarasan makrokosmos. Covid-19 dapat diselesaikan apabila terdapat keselarasan alam dan manusia
Copyrights © 2024