Ikan Tuna Mata Besar merupakan ikan pelagis besar yang memiliki nilai ekonomis penting di bidang ekspor. Tingginya kebutuhan terhadap Tuna Mata Besar mengakibatkan peningkatan intensitas penangkapan yang dilakukan hampir di seluruh perairan Indonesia, termasuk di perairan selatan Jawa yang didaratkan di PPS Cilacap. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian sumberdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan CPUE, nilai Maximum SuistainableYield (MSY), mengetahui potensi perikanan melalui struktur ukuran dan nilai Lc50% dan status tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 – Januari 2020. Metode yang digunakan adalah metode acak sederhana, dimana sampel yang diambil berdasarkan kelompok ukuran. Data primer yang dikumpulkan yaitu data panjang ikan, daerah penangkapan, serta produksi dan trip dengan pengambilan data sebanyak dua dalam satu bulan. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan yaitu data produksi dan trip penangkapan tahun 2010-2019. Hasil penelitian diperoleh ukuran ikan berkisar 45-175 cmFL dengan nilai Lc50% sebesar 121,5 cmFL dimana tergolong sudah layak tangkap. Perkembangan CPUE standar sepuluh tahun terakhir cenderung meningkat dengan nilai MSY 1921,64 ton dan F optimum 946 trip. Tingkat pemanfaatan setiap tahunnya berbeda, tahun 2019 menjadi data teraktual untuk saat ini dengan kegiatan tingkat pemanfaatan 69%, namun dengan hasil tangkapan melebihi potensi lestari. Kondisi ini diduga adanya upaya penangkapan overproductive dimana dapat terjadi karena teknologi penangkapan yang semakin modern, besar kapal dan daerah penangkapan yang semakin luas. Status perikanan kegiatan tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar saat ini sudah termasuk dalam kondisi overfishing.
Copyrights © 2023