Usia lanjut (old age) dapat dikatakan sebagai tahap akhir dari perkembangan kehidupan manusia, proses berkelanjutan dari perubahan alami dan tidak dapat diubah yang dialami manusia.Penuaan menyebabkan perubahan fisik, baik mental maupun fisik, Perubahan fisiologis tersebut dapat terjadi pada sistem muskuloskeletal, Arthritis rheumatoid adalah penyakit pada sistem muskuloskeletal dan persendian. Faktor resiko arthritis rheumatoid adalah infeksi, pekerjaan, gangguan imunitas, kelenjar dan hormon, genetik, psikologis lingkungan, pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian arthritis rheumatoid pada lansia di desa kampa wilayah kerja puskesmas kampa. Jenis penelitian ini adalah bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia umur 60-74 tahun didesa kampa sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel adalah 35 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden memiliki pola makan tidak baik sebanyak 20 orang (57,1), sebagian responden mengalami arthritis rheumatoid sebanyak 20 orang (57,1) Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan nilai p value 0,003 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian arthritis rheumatoid pada lansia di desa kampa wilayah kerja puskesmas kampa. Diharapkan pada responden untuk dapat menjaga pola makan agar dapat mencegah terjadinya arthritis rheumatoid.
Copyrights © 2024