Mutu sediaan farmasi tidak hanya dijamin pada saat produk dibuat oleh industri farmasi, namun harus dapat terjamin selama proses pendistribusian. Pedagang Besar Farmasi (PBF) menjadi aspek penting dalam penjaminan mutu sediaan farmasi dengan memastikan sepanjang alur pendistribusian mulai dari produk masuk warehouse hingga sampai ke tangan konsumen. Apoteker Penganggung Jawab PBF dalam hal mengkarantina obat memiliki tanggung jawab sebagai pengambil keputusan. Dalam hal karantina produk Cold Chain Product (CCP), penerima produk kembalian CCP wajib untuk segera disimpan didalam showcase chiller sampai ditentukan status dari produk tersebut apakah akan menjadi good atau bad stok. Tujuan pemetaan suhu ruang karantina CCP adalah untuk mengevaluasi mutu produk karantina CCP tetap terjaga selama penyimpanan dengan suhu yang terkondisi. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pengumpulan suhu pada area penyimpanan showcase chiller dengan kriteria 2-8°C menggunakan 7 buah Electronic Data Logging Monitors (EDLM) selama 7 hari pada interval waktu 10 menit. Hasil penelitian didapatkan variasi suhu showcase chiller ruang karantina CCP dengan suhu terkecil pada titik ke-4B dan ke-5C yaitu 2,10°C dan suhu terbesar terdapat pada titik ke-2C yaitu 7,60°C. Rata-rata suhu dari tiap EDLM didapatkan pada suhu 4,31 ± 0,4251°C. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa suhu didalam showcase chiller telah sesuai rentang cold room sebagai rentang suhu penyimpanan produk karantina CCP.
Copyrights © 2024