Materi ajar selama satu dekade terakhir, integrasi media digital ke dalam proses pembelajaran meningkat sangat pesat. Namun, jika pendidik gagal menetapkan batasan penerapannya, hal itu dapat menyebabkan penggunaan yang tidak terkendali. Untuk menetapkan batasan yang tepat, perlu dilakukan penelitian yang menyeluruh dan mitigasi terhadap potensi implikasi negatif yang mungkin timbul. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan video-video yang bersifat analitis dari influencer Tiktok dalam pembelajaran tatap muka guna melatih dan mengarahkan para masiswa untuk mengasah keterampilan retorika dalam kemampuan berbicara. Terkait tahapan metode penelitian, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental (post-test-only design). Pengumpulan data dilakukan dengan tes lisan guna melihat strategi retorik yang digunakan (Alliteration, amplification, anacoluthon, anadiplosis, antanagoge, apophasis, chiasmus, euphemism, hypophora, dan simile). Kemudian data dilanjutkan dengan analisa dan interpretasi menggunakan interactive analysis setelah ditentukannya persentase tiap kategori. Hasil analisa mengindikasi bahwa kemampuan penggunaan strategi retorik meningkat, khususnya penggunaan amplification (85%) dan chiasmus (78%). Maka dapt disimpulkan bahwa penggunaan video dengan konten analitis bisa meningkatkan kemampuan retorika subjek dalam penelitian ini.Kata kunci: Amplifikasi; Analisa; Chiasmu;, Retorika; dan Strategi Pikir.
Copyrights © 2023