Ungkapan Paulus dalam surat Roma 3:28 dan ungkapan Yakobus dalam Yakobus 2:24 mengenai konsep pembenaran melalui iman dikesankan bersifat kontradiksi. Hal tersebut berdampak pada aplikasi praktis dari kehidupan orang percaya. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana titik temu teologi Paulus dan Yakobus mengenai konsep pembenaran hanya melalui Iman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif teologis kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ajaran tersebut saling meneguhkan. Paulus dalam surat Roma menegaskkan bahwa pembenaran sepenuhnya adalah anugerah dari Allah di dalam Yesus Kristus dan hanya diterima melalui iman. Sedangkan Yakobus dalam suratnya menyatakan bahwa orang percaya harus menunjukkan imannya melalui perbuatan pengamalan iman. Titik temu dari ajaran tersebut adalah konsep tetang anugerah keselamatan (pembenaran) hanya melalui iman di dalam Yesus Kristus, dan selanjutnya dinyatakan di dalam perbuatan pengalaman iman yang mengasihi Allah dan sesama manusia.
Copyrights © 2023