Kepemimpinan dalam tim kemajelisan jemaat adalah format yang lumrah dipakai gereja-gereja di Indonesia, khususnya pada tradisi presbiterial. Walaupun pola kepemimpinan tersebut sudah dipandang baik, namun tidak banyak yang menyadari bahwa corak kepemimpinan dalam tim kemajelisan masih cenderung bersifat monogenerasional. Dominasi satu atau dua generasi yang dianggap berpengalaman dapat berimplikasi pada melemahnya efektivitas pelayanan gerejawi secara holistik. Bertolak dari keprihatinan itu, maka artikel ini mengeksplorasi beberapa intisari gagasan kepemimpinan intergenerasional sebagai upaya revitalisasi kepemimpinan tim kemajelisan gereja. Melalui metode kajian pustaka, penulis menyajikan berbagai isu kepemimpinan gereja dalam konteks perubahan demografis serta menggali sejumlah indikator terkait karakteristik kepemimpinan intergenerasional menurut Gary L. McIntosh. Analisis terhadap pemikiran McIntosh menghasilkan tiga karakteristik utama kepemimpinan intergenerasional, yakni inklusif, apresiatif, dan akomodatif, sebagai upaya evaluatif bagi pelayanan tim kemajelisan gereja demi terselenggaranya efektivitas pelayanan gerejawi secara optimal dan menyeluruh.
Copyrights © 2024