Penelitian ini membahas peningkatan intoleransi di Indonesia dan dampak positif perayaan Cap Go Meh di Kota Tegal sebagai tradisi untuk meningkatkan toleransi. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif. Tujuan penelitian ini mengkaji strategi PR yang digunakan oleh Pemerintah Kota Tegal dalam mempromosikan Cap Go Meh dan keselarasannya dengan Teori Kontak Allport. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara dengan sasaran pemerintah kota Tegal dan ketua Yayasan Tridharma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Tegal menggunakan strategi push melalui sosialisasi dengan Yayasan Tridharma dan strategi pull melalui promosi di media sosial untuk memperkuat perayaan Cap Go Meh. Keberhasilan strategi ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang mengikuti perayaan. Keempat kondisi dasar teori Kontak Allport, seperti Equal Status yang terwujud dalam partisipasi terbuka tanpa memandang latar belakang individu, Common Goals dan Intergroup Cooperation yang tercermin dari kolaborasi berbagai pihak dalam persiapan dan penyelenggaraan acara, serta dukungan penuh dari pemerintah menciptakan lingkungan yang mendukung toleransi dan keragaman budaya, sebagaimana tercermin dari dukungan otoritas terhadap perayaan Cap Go Meh. Temuan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan strategi PR dan efektivitas komunikasi pada kondisi masyarakat yang beragam.
Copyrights © 2024