Maraknya isu pencemaran lingkungan, kini konsumen mulai mempertimbangkan penggunaanprodukramahlingkungan.Munculupayamengurangilimbahbaikkertas,plastik,maupunlimbahkimia. Fenomenaini menimbulkan tantangan yang harus dijawab bagi perusahaan, termasukperusahaanskincareatau perawatan kulit, agar eksistensinya tidak tergeser oleh perubahan polahidup konsumen. Tujuan dari peneIitian ini adaIah untuk memahami bagaimana pemasaran hijaumempengaruhi cara individu membeIi produk perawatan kuIit Sukin. Sekitar deIapan puIuh orangdari Kota Surabaya yang teIah menjadi penduduk Indonesia seIama 18 tahun terakhir merupakansampeIuntuk peneIitian ini. Jenis pengambiIan sampeIyang diIakukan adaIah non-probabiIitysampIing, dan strategi pengambiIan sampeIyang digunakan dikenaIsebagai purposive sampIing.JenisanaIisisyangdigunakandisebutpartiaIIeastsquares(PIS).UjiVaIiditasdanReIiabiIitasDatamemanfaatkan data dengan menggunakan pendekatanIikert untuk mengekstrak informasi darihasiIsurvei guna menganaIisis informasi tersebut. HasiIpeneIitian menunjukkan bahwa metodepemasaran yangIebih efisien dan ramahIingkungan berpotensi mempengaruhi penjuaIan produkperawatankuIitSukindiSurabaya.Sukinjugadapatmemperluaspemasaranmelaluimedia-mediadigitaldan lainnyauntuk meningkatkan minat beli konsumen.Kata kunci: Green Marketing, Minat Beli
Copyrights © 2023