Induced draft fan (ID Fan) boiler merupakan salah satu komponen dari sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berfungsi sebagai penghisap udara (sirkulasi udara) pada ruang dapur tungku terdapat pada sistem boiler. Jika induced draft fan boiler mengalami kerusakan akan berdampak pada terhentinya pasokan steam dari boiler ada di PKS, oleh karena itu dipandang perlu untuk memperhatikan perawatan pada komponen-komponen utama boiler dengan mencari komponen paling kritis dari sistem boiler, setelah diperoleh komponen paling kritis maka dilakukan penjadwalan perawatan yang tepat pada komponen kritis tersebut. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif Reliability, Maintinibility dan Availability. Metode ini adalah sebuah metode matematis yang digunakan sebagai penentuan waktu tindakan perawatan sebuah operasi sistem guna tercapainya suatu keandalan sistem. Penentuan komponen kritis (komponen yang memiliki frekuensi kerusakan tertinggi) dan penjadwalan perawatan telah dilakukan sebagai dasar penentuan keandalan, keterpeliharaan, dan ketersediaan komponen pada sistem boiler. Sampel penelitian ini merupakan data maintenance record selama dua tahun yaitu Maret 2021 sampai Maret 2023 dengan estimasi 9637.19 jam operasi. Berdasarkan hasil analisis, sistem yang kritis pada stasiun boiler adalah ID Fan Boiler yaitu komponen bearing, bearing fan, Oil Seal, Gas Ket dan v-belt. Sebelum tindakan perawatan semua komponen memiliki keandalan (realiability) sebesar 50% dan jika dilakukan pemeriksaan dan penggantian perawatan pada down time yang telah ditentukan meningkat di atas 50%. Keterpeliharaan (maintainability) komponen mengikuti down time penggantian perawatan yang ditetapkan, yaitu bearing berada pada nilai waktu 148 hari, bearing fan 101 hari, Oil Seal 27 hari, Gas Ket 255 hari dan V-belt (183 hari). Ketersediaan (avaliability) komponen bearing 99,03%, bearing fan 98,65%, Oil Seal 99,32%, Gas Ket 99,74% dan V-belt 99,75%
Copyrights © 2023