Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pers mahasiswa di Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak berkembang setelah Reformasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari pengumpulan data (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menemukan fakta bahwa LPM Untan (Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura) ikut berperan menyumbang gagasan dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah pasca reformasi. Hasil penelitian menunjukkan, media pers mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) memiliki lebih heterogen dalam memandang isu. Pers mahasiswa Untan setelah Reformasi cenderung menjauhkan diri dari politik dan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) demi independensi. Selain itu Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura (LPM Untan) berperan sebagai media mengekrpresikan seni mahasiswa, media transfer ilmu pengetahuan, dan alat control terhadap kebijakan-kebijakan kampus. Hal ini dapat dilihat dari terbitan produk LPM Untan dalam bentuk tabloid dan majalah yang mengangkat permasalahan yang dihadapi masyarakat seperti kebijakan pemerintah pada perekonomian dan infrastruktur di Kalimantan Barat.
Copyrights © 2024