Tingginya angka kematian bayi dan anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara–negara berkembang termasuk Indonesia. Status gizi yang buruk pada bayi dan anak dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pada pertumbuhan fisik, mental, maupun kemampuan berpikir yang pada masanya nanti akan menurunkan produktivitas kerja. Pada hakikatnya gizi buruk atau kurang akan berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia (Adriani, 2012). Pencapaian target MDGs belum maksimal dan belum merata di setiap provinsi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010, secara nasional prevalensi balita gizi buruk sebesar 4,9 persen dan kekurangan gizi 17,9 persen. Provinsi Jawa Timur termasuk daerah dengan balita gizi buruk masih tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan prevalensi gizi buruk sebesar 4,8 persen. (Bappenas, 2010 dalam Harahap 2014).. Studi ini bertujuan untuk mengatasi masalah bayi balita yang mengalami gizi kurang (Stunting) di Desa Desa Bukoposo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji. Pengabdian melibatkan 25 peserta. Hasil pembinaaan dari inovasi yang telah dilakukan yaitu : Kader dan peserta dapat menyebutkan KIE tentang gizi pada balita, timbulnya kesadaran dan kemauan ibu membuat nuget lele untuk anak nya, timbulnya kesadaran ibu akan gizi yang baik untuk anak. Kata Kunci: Ikan Lele, Stanting, Balita, Edukasi.
Copyrights © 2024