Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Vol. 12 No. 2 (2024)

POTENSI BAKTERI Bacillus subtilis DAN Pseudomonas fluorescens DALAM MENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN TOMAT TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM: THE POTENTIAL OF Bacillus subtilis AND Pseudomonas fluorescens BACTERIA IN INDUCTING THE RESISTANCE OF TOMATO PLANTS AGAINST FUSARIUM WILT DISEASE

Taruna, Ardiyan (Unknown)
Aini, Luqman Qurata (Unknown)
Syib’li, Muhammad Akhid (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Jun 2024

Abstract

Tanaman tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Buah tomat banyak digunakan sebagai bahan bumbu masakan. Akan tetapi, terdapat faktor pembatas dalam produksi buah tomat, yakni adanya penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum. Pengendalian hayati menggunakan bakteri Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) seperti Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dapat menjadi solusi pengendalian yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan tanaman melalui mekanisme induksi ketahanan. Berdasarkan hasil penelitian aplikasi bakteri B. subtilis dan P. fluorescens memiliki kemampuan dalam melarutkan fosfat, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih baik dibandingkan kontrol. Aplikasi bakteri baik secara tunggal maupun konsorsium juga dapat menghambat kejadian penyakit layu fusarium dengan nilai insidensi kejadian terendah pada aplikasi bakteri konsorsium yaitu 27.50%. Akan tetapi aplikasi kedua bakteri tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan indikator dari ketahanan induksi, yakni kandungan total fenolik dan aktivitas enzim Phenylalanine Ammonia Lyase (PAL).

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jhpt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan ...