PLTA Sipansihaporas Unit #2 (17 MW) merupakan sistem kaskade dari Unit #1 (35 MW) dengan tipe run of river. Berdasarkan pengamatan, inflow air pada Unit #2 ini tidak jarang melebihi volume kapasitas bendung/weir. Oleh karena itu, dalam usaha meningkatkan pasokan energi listrik, limpasan air tersebut berpotensi dapat menambah jam operasional Unit #2 dengan meningkatkan daya tampung bendung melalui peninggian bendung/weir. Penelitian ini dimulai dengan studi meja terhadap data curah hujan, data PLTA, dan data lainnya. Data curah hujan yang digunakan adalah dari stasiun Pinangsori. Perhitungan debit andalan (dependable discharge) yang diambil sebesar 85% dengan menggunakan metoda J. F. Mock. Disamping itu, dilakukan pemetaan topografi secara lagsung untuk mendapatkan kondisi area tampungan. Sedangkan untuk perencanaan penambahan tinggi weir diperoleh memalui perhitungan routing, dengan membandingkan aliran yang masuk dengan aliran keluar terhadap volume weir.Debit andalan yang diperoleh adalah sebesar 1.46 m3/det. Tinggi penambahan weir maksimun dapat dilakukan setinggi 5 m karena dibatasi oleh bentuk kontur area weir yang curam dan harus di bawah elevasi bangunan Power House Unit #1. Sehingga, didapatkan peningkatan waktu produksi menjadi 21,58 menit per hari, dengan lama pengisian waduk 10.28 jam.
Copyrights © 2023