Upaya peningkatan minat baca siswa terus dilakukan, pemerintah meluncurkan gerakan literasi sekolah (GLS). GLS tidak hanya fokus pada kegiatan membaca, tetapi juga meliputi menulis, menyimak, dan mendengarkan. Pada sekolah dasar, siswa memerlukan kemampuan membaca yang baik agar mereka dapat menjadi gemnerasi penerus bangsa yang melek terhadap literasi. Rendahnya minat baca siswa menjadi alasan penting untuk membenahi persoalan literasi. Penelitian ini menganalisis implementasi pojok baca sebagai peningkatan minat baca siswa sebagai salah satu tujuan dari gerakan literasi sekolah. Pengumpulan data diperoleh melalui metode penelitian kualitatif dengan mengunakan pendekatan deskkriptif yang menggunakan teknik observasi dan wawancara tidak terstruktur. Dari hasil penelitian ini, diperoleh hasil bahwa penggunaan pojok baca masih kurang membangkitkan minat siswa terhadap literasi membaca siswa SDN 04 Duwet.
Copyrights © 2024