Sistem drainase di Desa Cihideung Ilir bermasalah karena selalu banjir setiap tahunnya, Permasalahan ini dilontarkan karena banjir yang terjadi di wilayah itu seharusnya tidak terjadi karena berada pada ketinggian ±20 meter diatas sungai Cihideung Ilir. Salah satu penyebabnya adalah karena drainase sekunder yang ada memiliki fungsi ganda sebagai saluran drainase yang menerima air larian/runoff dari pemukiman sekitar dan berfungsi juga sebagai saluran irigasi pertanian. Dari hasil survei dilapangan banyak ditemukan tahanan-tahanan aliran atau bendung alami yang terbuat dari cerucuk bambu yang memang difungsikan untuk mengalirkan air ke area pertanian. Penelitian ini menggunakan metode Log Pearson III mengacu pada SNI 2415:2016. Berdasarkan temuan analisis didapat nilai debit (Q) rancangan untuk periode ulang 10 tahun yaitu Q = 8,56 m³/detik, sehingga saluran drainase sekunder sudah tidak mampu lagi menampung debit curah hujan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah banjir ini diperlukan perbaikan, pengembalian fungsi, dan perluasan penampang drainase agar tidak terjadi banjir lagi pada musim hujan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah banjir ini direncanakan dimensi saluran dengan lebar saluran (B) = 1,50 m, tinggi saluran (H) =1,20 m, dengan kapasitas tampung saluran rencana(Qrencana) = 9,78 m3/detik.
Copyrights © 2024