Penelitian ini menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan menggunakan software EMS (Efficiency Measurement System). Data yang digunakan adalah statistik industri mikro dan kecil Provinsi Kalimantan Utara yang meliputi nilai output dan input industri mikro dan kecil yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik untuk mengetahui efisiensi industri mikro dan kecil Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil pengolahan data, ditunjukkan bahwa pada tahun 2015 tingkat efisiensi industri mikro mencapai 100% sedangkan untuk tahun 2017, 2018 dan 2019 nilai efisiensi kurang dari 100% yaitu 87,67%, 90,91% dan 92,09%. Hal ini berarti bahwa pada tahun 2015 kinerja industri mikro efisien sedangkan tahun 2017-2019 inefisien. Berbeda dengan industri kecil, berdasarkan perhitungan tingkat efisiensi, industri kecil Kalimantan Utara mencapai tingkat efisien 100% untuk kinerja tahun 2018 sedangkan tahun 2015, 2017 dan 2019 inefisien dengan tingkat efisien 78,43%, 91,44% dan 89,21%. Berdasarkan nilai benchmarks, DMU 1 (tahun 2015) menjadi benchmarks (patok banding) industri mikro untuk DMU 2 (tahun 2017), DMU 3 (tahun 2018), dan DMU 4 (tahun 2019). Sedangkan DMU 3 (tahun 2017) menjadi benchmarks (patok banding) DMU 1 (tahun 2015), DMU 2 (tahun 2017), dan DMU 4 (tahun 2019) untuk industri kecil.
Copyrights © 2022