Systemic inflammatory response syndrome (SIRS) merupakan fenomena hiperinflamsi sistemik yang diperantarai oleh respon imunitas bawaan akibat paparan infeksi ataupun non infeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas antiinflamasi ekstrak kecoak P. americana melalui tampilan klinis hewan model. Induksi SIRS melalui cecal ligation and puncture (CLP). Hewan model menggunakan tikus putih galur Sprague Dawley jantan umur 10 minggu sebanyak 20 ekor yang mendapatkan bedah CLP dan diterapi menggunakan NaCl 0,9% 0,2 ml/ekor, dexamethasone 0,75 mg/kg BB, ekstrak kecoak P. americana (EKP) 50 mg/kg BB, dan 100 mg/kg BB. Pemberian terapi dilakukan secara per oral pada 24 dan 48 jam setelah CLP. Hasil penelitian variabel suhu tubuh menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok yang diberi NaCl 0,9%, dexamethasone, dan EKP 50 mg/kg BB (P > 0.05), namun berbeda signifikan (suhu lebih rendah dibawah normal) dengan kelompok EKP 100 mg/kg BB (P < 0.05). Variabel jumlah napas, detak jantung, dan total leukosit tidak menujukan perbedaan signifikan antara setiap kelompok (P > 0.05). Presentase bertahan hidup hingga akhir penelitian kelompok yang diterapi menggunakan NaCl 0,9%, dexamethasone, EKP 50 mg, dan EKP 100 mg masing-masing sebesar 60%, 80%, 100%, dan 60%. EKP 50 mg/Kg BB memiliki potensi sebagai antiinflmasi sistemik pada tikus putih model SIRS
Copyrights © 2024