ACTA VETERINARIA INDONESIANA
Vol. 12 No. 1 (2024): Maret 2024

Penggunaan Tetes Mata Serum untuk Terapi Sequestrum Kornea pada Kucing Domestik: corneal squestrum, serum eye drops, Feline Herpesvirus type 1 (FHV-1)

Alham, Fitri (Unknown)
Fajri, Aisa Nur (Unknown)
Amalia, Loly (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2024

Abstract

Sequestrum kornea merupakan kematian kornea mata mulai dari sel epitel sampai dengan stroma yang mengalami kerusakan kronis dan ditandai dengan adanya perubahan jaringan menjadi gelap kecokelatan. Pengobatan sequestrum kornea adalah keratektomi, namun membutuhkan peralatan dan teknik khusus, banyak pengalaman, adanya risiko anestesi, dan kendala keuangan bagi pemilik. Penggunaan tetes mata serum menjadi pilihan terapi pada kasus ini. Seekor kucing domestik berumur 5 tahun, berjenis kelamin jantan, sudah steril, berwarna hitam putih, dan memiliki berat badan 5,59 kg. Mata terlihat kotor dan basah (hiperlakrimasi), konjungtivitis, adanya vaskularisasi, kornea keruh, dan adanya lesi nekrosa. Sebelumnya kucing ini terinfeksi Feline Herpesvirus tipe 1 (FHV-1) dan telah diobati dokter hewan lain selama 1 bulan dengan tetes mata antibiotik, namun tidak membaik. Pemeriksaan yang dilakukan pada pasien adalah menace, dazzle, pupillary reflex, dan fluorescein test. Berdasarkan anamnesa, sinyalemen, dan pemeriksaan fisik dapat disimpulkan bahwa kucing kasus mengalami sequestrum kornea. Terapi yang dilakukan yaitu dengan penggunaan tetes mata serum sebanyak 6 kali sehari dan terapi suportif. Setelah diterapi selama 6 minggu, terlihat kondisi mata yang membaik, tidak terdapat lagi vaskularisasi, konjungtivitis dan lesi nekrosa yang sudah terlepas.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

actavetindones

Publisher

Subject

Veterinary

Description

Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam ...