Pada masa pandemi ini diperkirakan lebih dari 47 juta wanita dapat kehilangan akses pelayanan kontrasepsi, yang dapat menyebabkan terjadinya 7 juta kehamilan yang tidak direncanakan apabila tidak ada atau kurangnya akses terhadap pelayanan konrasepsi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap PUS dengan pemilihan kontrasepsi suntik dalam program KB selama pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB Aktif yang berjumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian ini di ambil secara purposive sampling dengan jumlah sample 35 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 35 responden yang memilih menggunakan KB suntik terdapat 13 responden yang tidak menggunakan KB suntik dan 22 responden yang menggunakan KB suntik. Dari 35 responden terdapat 7 responden yang memiliki sikap negatif dan 28 responden memiliki sikap positif. Ada hubungan yang signifikan antara sikap PUS dengan pemilihan KB Suntik di Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Diharapkan lebih giat dan aktif dalam pengembangan kegiatan puskesmas dan membuat inovasi baru agar calon akseptor KB termotivasi untuk memanfaatkan KB suntik
Copyrights © 2023