Pembuatan kertas seni menggunakan kertas bekas, ampas kulit tebu, dan kulit buah naga merupakan salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik untuk menghasilkan benda bernilai seni dan bernilai jual. Kertas bekas yang dimanfaatkan adalah kertas bekas kegiatan akademik sedangkan ampas tebu diperoleh dari penjual air tebu yang setia harinya selalu menyumbangkan ampas tebu sebagai salah satu limbah organik. Berdasarkan kandungannya, ampas tebu yang kaya kandungan selulosa dapat menjadi bahan utama selain kertas bekas dalam pembuatan kertas seni. Hal ini merupakan bentuk kontribusi dunia seni terhadap lingkungan untuk memanfaatkan berbagai macam limbah yang sesuai dengan fungsinya dan mengurangi penggunaan kertas pabrik. Penelitian ini menggunakan metode Practice based research melalui percobaan langsung dengan mengikuti empat tahapan penciptaan karya yaitu tahapan eksplorasi, perencanaan, perwujudan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode praktikum secara fisika yang memperoleh hasil bahwa kertas yang dihasilkan memiliki tekstur lebih kasar dan bercorak serta diketahui bahwa kulit buah naga tidak dapat memberikan pengaruh terhadap warna kertas apabila diolah secara fisika.
Copyrights © 2024