Jurnal Entitas Sosiologi
Vol 13 No 2 (2024): Community Dynamics and Social Transformation

Presentasi Diri Penari Perempuan dalam Menghadapi Stigma Sosial

Sudarno, Tri indah Megawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2024

Abstract

Penelitian ini mengkaji presentasi diri penari perempuan dalam konteks stigma yang diterima, dengan fokus pada masyarakat Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami cara penari perempuan menampilkan diri dalam menghadapi stigma masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman (1959) sebagai landasan analisis dan menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penari perempuan di Jember menghadapi stigma dari sebagian masyarakat Jember yang agamis, namun ada juga segmen masyarakat Jember lainnya yang menikmati pertunjukan tari meskipun bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. (2) Presentasi diri penari dibagi menjadi dua kategori utama: panggung depan dan panggung belakang. Panggung depan mencakup pencitraan di atas panggung dan di luar panggung, sedangkan panggung belakang mencakup interaksi penari dengan sesama seniman di lingkungan keseniannya dan refleksi penari perempuan saat sendiri. Panggung belakang ini menjadi ruang refleksi bagi penari mengenai stigma yang mereka hadapi. Penari tidak hanya melihat tarian sebagai bagian dari tradisi yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperoleh perhatian. Dalam hal ini, penari memanfaatkan stigma yang melekat pada mereka sebagai strategi untuk menarik perhatian orang lain. Temuan ini menunjukkan bahwa penari memiliki kontrol penuh atas tubuhnya dan dapat memanfaatkan stigma untuk memperkuat karir menari mereka dalam masyarakat.Kata Kunci: Stigma, Penari perempuan, Presentasi diri, masyarakat Jember, Teori Erving Goffman AbstractThis study examines the self-presentation of female dancers in the context of the stigma they face, focusing on the community in Jember. The aim of this research is to understand how female dancers present themselves while dealing with stigma from the society. This study employs Erving Goffman's dramaturgical theory (1959) as the analytical framework, and uses a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. The findings reveal that (1) female dancers in Jember encounter stigma from certain religious segments of the community, but there are also other segments of Jember's society that enjoy dance performances despite standing against the prevailing norms. (2) The self-presentation of dancers is divided into two main categories: front stage and back stage. The front stage includes the presentation both on and off stage, while the back stage involves the interactions of dancers with fellow artists within their artistic environment and their personal reflections when alone. The back stage serves as a space for dancers to reflect on the stigma they encounter. Dancers do not only view dance as a part of the tradition that must be preserved but also as an opportunity to gain attention. In this regard, dancers make use of the stigma attached to them as a strategy to attract others' attention. The findings indicate that dancers have full control over their bodies utilize the stigma to enhance their dancing careers within society.Keywords : Stigma, Female Dancers, Self-Presentation, Community of Jember, Erving Goffman’s Theory

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JES

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Entitas Sosiologi (JES) merupakan ruang bagi diseminasi gagasan dalam lingkup kajian Sosiologi. Jurnal ini juga memberi ruang pada berbagai perspektif dalam sosiologi khususnya dalam mengembangkan ide-ide yang dapat mendorong transformasi masyarakat menuju masyarakat yang manju dan ...