Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa kecenderungan pemikiran Syaikh Nawawi yang tradisionalis, sufistik dan asketik, tampaknya banyak memengaruhi penulisan kitab-kitabnya. Syekh Nawawi Al-Bantani mengarang kitab sekitar 115 buah, sedangkan menurut sumber lain sekitar 99 buah, yang terdiri dari Ilmu Tafsir, Hadits, Teologi, Tarikh,Akhlak, Tasawuf, dan lain-lain. Salah satu karya monumentalnya adalah kitab Marah Labid Tafsir Li Kasyf Ma’ani Qur’an Majid. Syaikh Nawawi juga dikenal sebagai sufi dengan aliran tarekat Qadiriyah. Oleh karena itu tidak mengherankan jika karya-karyanya banyak bernuansa tasawuf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep tujuan pendidikan islam berbasis tasawuf menurut Syekh Nawawi Al-Bantani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan dalam Islam menurut Nawawi merupakan refleksi dari fungsi manusia sebagai ubudiyah dan khalifah. Maksud manusia untuk ubudiyah ialah semua aktivitas manusia harus dibingkai dengan nilai mardatillah dan kebahagiaan akhirat. Sedangkan fungsi manusia sebagai khalifah adalah bagaimana mengatur kehidupan dan mengolah alam semesta ini untuk kemakmuran bagi manusia sekarang dan generasi mendatang, sekaligus juga ubudiyah. Nawawi mengatakan pendekatan diri kepada Allah itu merupakan tujuan pendidikan. Orang dapat mendekatkan diri kepada Allah hanya setelah memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu sendiri tidak akan dapat diperoleh manusia kecuali melalui pengajaran.
Copyrights © 2024