Majelis Ta’lim mampu menerima historis masyarakat yang berbeda sosio-cultural karena keberadaannya lahir dari masyarakat untuk masyarakat yang membutuhkan peningkatan ilmu agama dan pencerahan hati. Oleh karena itu, Majelis Ta’lim dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat dimana setiap orang berkumpul tanpa ada sekat pemisah kelas sosial yang dapat memisahkan kebersamaan. Di era kontemporer ini. Majelis ta’lim menghadapi berbagai tantangan dan peluang, tantangan tersebut antara lain Kemajuan teknologi dan modernisasi yang dapat mengubah cara orang belajar dan berinteraksi. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi Majelis Ta'lim, yang dilakukan secara tatap muka. Perubahan nilai sosial dan budaya juga dapat memengaruhi partisipasi masyarakat dalam Majelis Ta'lim. misalnya, masyarakat yang semakin sibuk dan berorientasi pada materi hal ini dapat mengurangi minat belajar dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Namun disisi lain, peluangnya juga besar. Seperti menjangkau lebih banyak orang melalui platform daring, maupun peningkatan kesadaran akan pentingnya agama dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2024