Pengelolaan sampah berkelanjutan merupakan tantangan yang dihadapi banyak desa di Indonesia, termasuk Desa Pakikiran di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Artikel ini membahas upaya Desa Pakikiran dalam mengelola sampah organik melalui pemanfaatan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) sebagai agen pengurai. Penelitian ini menggunakan metode observasi untuk mengidentifikasi efektivitas dan efisiensi penggunaan maggot dalam mengurangi volume sampah organik. Observasi dilakukan selama periode 40 hari dengan memantau proses degradasi sampah dan hasil akhirnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan, serta menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang dapat digunakan sebagai pupuk alami. Selain itu, pemanfaatan maggot juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa melalui produksi maggot yang dapat dijual sebagai pakan ternak. Dengan demikian, pemanfaatan maggot di Desa Pakikiran terbukti efektif dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat desa. Observasi berhasil menunjukkan bahwa maggot efektif mengurangi limbah organik pasar di Desa Pakikiran, Kecamatan Susukan, melalui program KKN 54 Kelompok 60 UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Copyrights © 2024