Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika gerakan transnasionalisme Islam dengan menyoroti pengaruh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap identitas nasional Indonesia. HTI, yang berideologi fundamentalis, berambisi mendirikan khilafah Islamiyah dan menentang sistem politik berbasis Barat, sehingga menimbulkan konflik dengan pemerintah dan dianggap mengancam keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi HTI dalam merekrut pengikut, transformasi gerakan pasca-dibubarkan, dan dampak ideologi khilafah terhadap identitas nasional. Dengan menggunakan konsep transnasionalisme dan identitas nasional sebagai landasan teori, makalah ini mengeksplorasi bagaimana HTI menggunakan sosialisasi, kaderisasi, dan teknologi komunikasi untuk mempertahankan pengaruhnya, serta bagaimana gerakan ini beradaptasi menjadi entitas online setelah pembubaran resmi oleh pemerintah pada tahun 2017. Selain itu, dibahas pula bagaimana ideologi khilafah yang dianut HTI berpotensi mengancam keragaman budaya dan konsep negara bangsa Indonesia. Penelitian ini mengandalkan analisis literatur yang mencakup jurnal dan artikel terkait HTI, transnasionalisme Islam, dan radikalisme, serta mempertimbangkan peran aktor non-negara dalam hubungan internasional.
Copyrights © 2024