Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh gerakan boikot di Inggris, Amerika Serikat, dan Indonesia akibat aksi genosida yang dilakukan Israel kepada Palestina terhadap harga saham Unilever. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel merupakan salah satu saham yang ada di USA, UK, dan Indonesia. Data historis diambil 15 hari sebelum terjadinya aksi genosida dan 15 hari setelah berita genosida Israel-Palestina mulai menurun di tingkat global tetapi masih terjadi aksi genosida. Uji yang dilakukan yakni menggunakan uji statistik deskriptif untuk mengetahui rata-rata harga saham sebelum dan sesudah peristiwa dan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan rata-rata harga saham dengan nilai t dan angka signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan boikot berpengaruh negatif dan signifikan di negara USA dan UK, sedangkan di Indonesia gerakan boikot tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham Unilever. Hal itu ditunjukkan pada perbedaan rata-rata harga saham, dimana rata-rata harga saham Unilever UK dan USA terjadi penurunan setelah adanya gerakan boikot dengan angka signifikan USA 0.000 < 0.05 dan angka signifikan UK berada pada 0,000 < 0,05. Berbeda dengan USA dan UK, Unilever Indonesia justru mengalami kenaikan harga setelah adanya gerakan boikot dengan angka signifikan 0,269 > 0,05. Sehingga, penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengaruh gerakan boikot di tiga negara yaitu USA, UK, dan Indonesia terhadap harga saham Unilever.
Copyrights © 2024