Di tengah-tengah gencarnya penolakan sebagian masyarakat terhadap praktik biseksualitas, justru hadir karya-karya yang mengelaborasi persoalan biseksualitas. Salah satu karya tersebut adalah sinema ketoprak yang lazim dengan setting kehidupan keluarga priyayi Jawa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kehidupan biseksual dalam keluarga priyayi Jawa yang terepresentasikan dalam sinema ketoprak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske yang terdiri atas level realitas, representasi, dan ideologi yang bersumber pada sineprak Selingkuhan Candhik Ayu. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sineprak yang berlatar belakang keluarga priyayi Jawa pada masa prakemerdekaan menarasikan misteri kematian yang berkelindan dengan perselingkuhan dan aktivitas biseksual. Biseksual terungkap lewat hubungan tokoh perempuan bernama Candhik Ayu dengan tokoh laki-laki Bintara dan Pilang serta relasi homoseksual Candhik Ayu dengan perempuan bernama Gendhuk. Relasi homoseksual yang berlangsung merupakan relasi kuasa yang tidak sepadan serta tidak sama-sama dikehendaki. Akibat relasi tersebut, muncul rasa takut, benci, cemburu, dan marah hingga lahir mekanisme pertahanan diri yang bersifat agresi sampai berujung pada tindak pembunuhan. Implikasinya, relasi biseksual sebagai relasi yang tidak diterima secara umum oleh khalayak masayarakat, mengalami komplikasi ketika beroperasi dalam modus perselingkuhan.
Copyrights © 2023