Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mengalami kesulitan yang luar biasa dan telah menciptakan ketidakpastian di tengah masyarakat, sehingga muncul infodemik seperti hoaks, mengganggu kepercayaan pada sumber informasi resmi, kepanikan, dan gangguan penanganan pandemi. Penelitian studi kasus ini berfokus pada Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi). Melalui pengumpulan data observasi dan dokumen, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan para pegiat Japelidi yang beragam latar belakang budaya memproduksi poster dalam berbagai bahasa untuk melawan hoaks. Penghargaan terhadap keberagaman budaya berbasis sukarela menjadi kunci Japelidi dalam melawan hoaks. Gerakan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam literasi digital.
Copyrights © 2023