Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran bahasa Inggris berbasis kearifan lokal untuk siswa MTSN 1 Sanana Kepulauan Sula Maluku Utara. Menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, penelitian ini mengintegrasikan lima elemen kearifan lokal Kepulauan Sula ke dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan dinilai layak oleh ahli materi, desain pembelajaran, dan budaya lokal. Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari siswa dan guru, dengan peningkatan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Modul ini tidak hanya memfasilitasi pembelajaran bahasa Inggris yang kontekstual, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian kearifan lokal. Meskipun terdapat tantangan dalam pengembangan dan implementasi, modul ini mendemonstrasikan potensi pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memperkuat identitas budaya siswa
Copyrights © 2022