Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara lingkungan belajar yang kondusif dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus kolektif, penelitian ini melibatkan tiga SMP di wilayah urban, sub-urban, dan rural di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, fokus grup diskusi, dan analisis dokumen, melibatkan total 90 siswa, 18 guru IPA, 3 kepala sekolah, dan 30 orang tua siswa.Hasil penelitian mengungkapkan lima tema utama yang mempengaruhi hubungan antara lingkungan belajar dan prestasi belajar IPA: (1) kondisi fisik lingkungan belajar, (2) iklim sosial-emosional kelas, (3) metode pembelajaran dan penggunaan teknologi, (4) dukungan orang tua dan masyarakat, serta (5) kualitas dan motivasi guru. Temuan menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang kondusif tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik, tetapi juga oleh interaksi kompleks antara berbagai faktor psikososial.Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya peningkatan prestasi belajar IPA memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan belajar. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan fasilitas pembelajaran, pengembangan profesional guru yang berfokus pada penciptaan iklim kelas positif, integrasi teknologi dalam pembelajaran, pelibatan aktif orang tua dan masyarakat, serta kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas dan motivasi guru IPA.
Copyrights © 2022