Masyarakat perkotaan dihadapkan dengan persoalaan kebutuhan pangan yang tinggi dengan keterbatasan lahan umtuk memproduksi pangan yang sangat terbatas. Pemerintah Kota Tangerang melalui program Kampung Pepet mencoba melaksanakan program pertanian/urban farm di tengah perkotaan. Adapun permasalahan yang muncul dalam urban farm yang ada dalam pelaksanannya yaitu terkait kurangnya ketersediaan fasilitas, serta kurangnya SDM yang kompeten dibidangnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan kebijakan Urban Farm di Kota Tangerang dan mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Urban farm kampung PEPET masih belum berjalan dengan efektif karena masih terdapat beberapa kendala kurangnya SDM, dan juga kurangnya sosialisasi yang dilakukan DISBUDPAR kota Tangerang kepada masyarakat luas.
Copyrights © 2024